Penipuan Pembelian Alat Medis Magnetic Resonance Imoging (MRI) Ditahan
Selasa, 02 Agustus 2022

Kejaksaan Negeri Purwokerto – Kejaksaan Negeri Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (28/07/2022)  menahan tersangka BA (54) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Purwokerto. Tersangka BA (54)  warga Jakarta yang diketahui direktur salah satu perusahaan alat medis di Jakarta dijebloskan ke Lapas Purwokerto lantaran melakukan penipuan  dengan korban Rumah Sakit Ortopedi (RSOP) Purwokerto dalam pembelian alat medis jenis Magnetic Resonance Imoging (MRI) dengan kerugian mencapai sekitar Rp 7 miliar.

Kepala Kejari Purwokerto, Sunarwan SH MHum yang didampingi Kasi Pidum Arie Purnomo SH, MH, menjelaskan penahanan tersangka BA, untuk memudahkan persidangan, dan khawatir melarikan diri. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, dan swab tersangka BA dimasukan ke Lapas Purwokerto

Pasal disangkaan tersangka BA pasal 372, 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan, selain KUHP tersangka juga dijerat pasal 197 Undang Undang  Nomor 36 thun 2009 tentang kesehatan dan pasal 110, 111 Undang Undang  Nomor 7, tahun2014 tentang perdagangan.

Dugaan penipuan itu berawal  saat Direktur RSOP mengajukan kredit ke Bank pada tahun 2017 sebesar Rp 10 miliar untuk pembelian alat MRI. Namun pengajuan kredit tersebut ditolak. Disarankan untuk membeli alat MRI di Jakarta dengan alasan lebih murah yakni Rp 7 miliar. Dalam pembelian alat MRI tersebut pihak Bank mencairkan kredit Rp 4,2 miliar sedang pihak RSOP menyediakan Rp 2,2 miliar, yang digunakan untukan pembelian alat MRI. Namun setelah ditunggu hingga sekitar enam bulan alat MRI tidak juga dating. Baru beberapa bulan kemudian alat MRI yang dijanjikan itu ternyata mereknya beda yang tidak sesuai perjanjian awal. Bahkan setelah diteliti ternyata alat MRI merupakan barang bekas. Yang lebih parah lagi alat MRI tersebut tidak memiliki ijin legalitas.

Berkaitan kasus tersebut pihak RSOP Purwokerto melaporkan kasus tersebut ke Polresta Banyumas. Kasus itu dilaporkan lantaran pihak RSOP sudah dirugikan selain alat MRI yang tidak bisa digunakan dan tidak memiliki ijin legal Litas, serta barang bekas. Sementara, sudah adanya pencairan kredit di Bank mencapai Rp 4,8 miliar.

phone Call Center / Pengaduan / Layanan Hukum email Pengembalian Barang Bukti chat Pengambilan Tilang